RANGKUMAN MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA
Rangkuman Modul Praktikum Algoritma dan Struktur
Data
Perkenalkan nama saya Shovi Firdaus, saya lahir di
Mojokerto,21 Februari 2001 saya kuliah
di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan mengambil
jurusan Teknik Informatika
dan jika ingin mengenal lebih dalam tentang
universitas saya silahkan akses link berikut: umsida.ac.id , fst.umsida.ac.id
A.
Konsep Dasar Struktur Data
Struktur
data adalah sebuah bagian dari ilmu pemrograman dasar yang mempunyai
karakteristik yang terkait dengan sifat dan cara penyimpanan sekaligus
penggunaan atau pengaksesan data.
Struktur
data bertujuan agar cara mempresentasikan datadalam membuat program dapat
dilakukan secara efisien dalam pengolahan di memori dan pengolahan penyimpanan
dari program ke storage juga lebih mudah dilakukan.
B.
Konsep Dasar Array
Array
adalah kumpulan elemen-elemen data. Kumpulaan elemen tersebut mempunyai suusnan
tertentu yang teratur. Jumlah elemen terbatas, dan semua elemen mempunyai tipe
data yang sama. Jenis-jenis array:
a. Array
Satu Dimensi
Struktur array satu dimensi dapat dideklarasikan dengan bentuk umum
berupa : tipe_var nama_var[ukuran];
Dengan :
- Tipe_var : untuk
menyatakan jenis elemen array (misalnya int, char, unsigned).
- Nama_var : untuk
menyatakan nama variabel yag dipakai.
- Ukuran : untuk
menyatakan jumlah maksimal elemen array.
Contoh : float nilai_ujian[5];
b. Array Dua
Dimensi
Tipe
data array dua dimensi biasa digunakan untuk menyimpan, mengolah maupun menampilkan suatu data dalam
bentuk table atau matriks. Untuk mendeklarasikan array agar dapat menyimpan data adalah :
Tipe_var
nama_var[ukuran1][ukuran2];
Dimana :
- Ukuran 1 menunjukkan
jumalah/nomor baris.
- Ukuran 2 menunjukkan
jumlah/nomor kolom.
Jumlah
elemen yang dimiliki array dua dimensi dapat ditentukan dari hasil perkalian :
Ukuran1 x
ukuran2.
Seperti
halnya pada array satu dimensi, data array dua dimensi akan ditempatkan
pada memori secara berurutan.
c. Array
Multidimensi / Dimensi Banyak
Array
berdimensi banyak atau multidimensi terdiri array yang tidak terbatas hanya
dua dimensi saja. Bentuk umum
pendeklarasian array multidimesni adalah : tipe_var nama_var[ukuran1][ukuran2]…[ukurann];
Contoh :
int data_angaka[3][6][6];
Yang
merupakan array tiga dimensi
Mengakses Elemen Array :
Dalam
Bahasa C++, data array akan disimpan dalam memori pada alokasi yang berurutan.
Elemen pertama biasanya mempunyai. indeks bernilai
0. Contoh :
Float nilai_tes[5];
Jika
pada contoh diatas, variabel nilai_tes mempunyai 5 elemen, maka elemen pertama
mempunyai indeks sama dengan 0, elemen kedua mempunyai indeks 1, dan
seterusnya. Bentuk umum pengaksesan suatu elemen
variabel array adalah :
Nama_var[indeks];
Gambar berikut memperlihatkan urutan komponen array
dalam memori.
Untuk variabel array nilai_tes :
Inisialisasi Array :
Array
dapat diinisialisasikan secara langsung saat pertama kali dideklarasikan
(efisien untuk array berdimensi sedikit).
Contoh : int x[2]={1,2};
Array
dapat dideklarasikan terlebih dahulu, baru kemudian diisi elemnya.
Contoh :
Int x[2];
x[0]=1;
x[1]=2;
C.
Konsep Dasar Pointer
Pointer adalah sebuah variabel yang berisi lamat
variabel yang lain. Suatu ponter dimaksudkan untuk meunjuk koperatore suatu
alamat memori sehingga alamat dari suatu variabel dapat diketahui dengan mudah.
Deklarasi pointer :
Operator pointer :
Operator ‘&’ : untuk mendapatkan alamat memori
operand/variabel pointer.
Operatot ‘*’ : untuk mengakses nilai data
operand/variabel pointer.
D.
Konsep Dasar Struktur
Struktur
adalah koleksi dari variabel yang dinyatakan dengan sebuah nama, dengan sifat
setiap variabel dapat memiliki tipe yang berlainan.
Struktur biasa dipakai untuk mengelompokkan beberapa
informasi yang berkaitanmenjadi sebuah satu kesatuan. Contoh sebuah struktur
adalah informasi data tanggal, yang berisi tanggal, bulan, dan tahun.
Mendeklarasikan Struktur :
Contoh pendefisinian tipe data struktur adalah :
struct
Data_tanggal
{ int tanggal;
Masing –
masing tipe dari elemen struktur dapat berlainan. Adapun variabel_struktur1
sampai dengan variabel_struktur M menyatakan bahwa variabel struktur yag
dideklarasikan bisa lebih dari satu. Jika ada lebih dari satu variabel, antara
variabel struktur dipisahkan dengan tandakoma.
Mengakses Elemen Struktur :
Elemen dari struktur dapat diakses dengan
menggunakan bentuk :
Variabel_struktur.nama_field
Antara
variabel_struktur dana nama_field dipisahkan dengan operator titik (disebut
operator anggota struktur). Contoh berikut merupakan instruksi untuk mengisikan
data padafield tanggal :
tgl_lahir.tang
gal=30 int
bulan;
int tahun;
};
Yang
mendefinisikan tipe struktur bernama data_tanggal, yang terdiri dari tiga buah
elemen berupa tanggal, bulan, dan tahun. Bentuk umum dalam mendefinisikan dan
mendeklarasikan struktur adalah :
Struct nama_tipe_struktur
{
Tipe
filed1
;Tipe
field2
;Tipe
field3
;
}variabel_struktur1….variabel_strukturM;
Berikut
salah satu contoh programnya :
#include <stdio.h>
#include <iostream>
#include <conio.h>
using namespace std;
int main()
{
int
square[100];//--> Array 1 dimensi dengan tempat yang dipesan sebanyak 100
int
i;
int
k;
//perhitungan
for
(i=0; i<10; i++)// Angka yang ditampilkan 1-10
{
k=i+1;
square[i]=k*k;
printf("\n Pangkat dari %d adalah %d", k, square[i]);
}
getch();
}
OUTPUT :

POKOK
BAHASAN 2
LINKED LIST (SENARAI)
Linked list adalah sejumlah objek atau elemen yang
dihubungkan satu dengan lainnya sehingga membentuk suatu list. Sedangkan objek
atau elemen itu sendiri adalah merupakan gabungan beberapa data (variabel) yang
dijadikan satu kelompok atau structure atau record yang dibentuk dengan
perintah struct. Untuk menggabungkan objek satu dengan lainnya, diperlukan
paling tidak sebuah variabel yang bertipe pointer. Syarat linked list adalah
harus adapat diketahui alamat simpul pertama atau biasa dipakai variabel
First/Start/Header. Struktur dasar sebuah list seperti gambar berikut :
Istilah – istilah dalam linked list :
-
Simpul
Simpul terdiri dari dua bagian yaitu :
a.
Bagian data
b. Bagian
pointer yang menunjuk ke simpul berikutnya
-
First/Header
Variabel First/Header berisis alamat (pointer)/acuan
(reference) yag menunjuk lokasi simpul pertama linked list, digunakan sebagai
awal penelusuran linked list.
-
Nil/Null
Tidak bernilai, digunakan untuk menyatakan tidak
mengacu ke manapun.
-
Simpul Terakhr (Last)
Simpul terakhir linked list berari tidak menunjuk
simpul berikutnya. Tidak terdapat alamat disimpan di field pointer (bagian
kedua dari simpul). Nilai null atau nil disimpan di field pointer di simpul
terakhir.
Jenis
– jenis linked list :
List kosong
List kosong hanya terdiri dari sebuah petujuk elemen
yang berisi NULL (kosong), tidak memiliki satu buah elemen pun sehigga hanya
berupa penunjuk awal elemn berisi NULL.
List Tunggal
List tuggal adalah list yang elemenya hanya
menyimpan informasi elemen setelahnya (next), sehingga jalanya pengaksessan
list hanya dapat dilakukan secara maju. List tuggal terbagi menjadi tiga jenis
yaitu list tunggal dengan kepala (first), list tunggal kepala (first) dan ekor
(tail), serta list tunggal yang berputar.
List Ganda
List ganda adalah sebuah list yang elemenya
menyimpan informasi elemen sebelumnya dan informasi elemen setelahnya, sehingga
proses penelusuan list dapat dilakukan secara maju dan mundur. List ganda terbagi
menjadi tiga jenis yaitu list ganda dengan kepala (first), list ganda dengan
kepala (first) dan ekor (tail), serta list ganda yang berputar.
Operasi Dasar pada Linked List :
IsEmpty : Fungsi ini menentukan apakan linked list
kosong atau tidak.
Size : operasi untuk mengirim jumlah elemen di
linked list.
Create : operasi untuk penciptaan list baru yang
kosong.
Insertfirst : operasi penyisipan simpul sebagai
simpul pertama.
Insertafter : operasi untu penyisispan simpul
setelah simpul tertentu.
Insertlast : operasi untuk penyisipan simpul sebagai
simpul terakhir.
Insertbefore : operasi untuk penyisipan simpul
sebelum simpul tertentu.
Deletefirst : operasi penghapusan simpul pertama.
Deleteafter : operasi penghapusan setelah simpul
tertentu.
Deletelast : operasi penghapusan simpul terakhir.
Contoh Program :
#include
<stdio.h>
#include <stdlib.h>
#include <iostream>
#include <conio.h>
#include <malloc.h>
using namespace std;
typedef struct nod
{
int
data;
struct nod *next;
}NOD, *NODPTR;
void CiptaSenarai(NODPTR *s)
{
*s =
NULL;
}
NODPTR NodBaru(int m)
{
NODPTR n;
n =
(NODPTR) malloc (sizeof(NOD));
if
(n !=NULL)
{
n->data=m;
n->next=NULL;
}
return n;
}
void SisipSenarai(NODPTR *s, NODPTR t, NODPTR p)
{
if(p==NULL)
{
t->next=*s;
*s=t;
}
else
{
t->next=p->next;
p->next=t;
}
}
void CetakSenarai (NODPTR s)
{
NODPTR ps;
for
(ps=s; ps!=NULL; ps=ps->next)
printf("%d --> ", ps->data);
printf("NULL\n");
}
int main()
{
NODPTR pel;
NODPTR n;
CiptaSenarai(&pel);
n=NodBaru(55);
SisipSenarai(&pel, n, NULL);
n=NodBaru(75);
SisipSenarai(&pel, n, NULL);
CetakSenarai(pel);
getch;
}
OUTPUT:

POKOK
BAHASAN 3
STACK (TUMPUKAN)
Stack adalah kumpula elemen-elemen yang tersimpan
dalam suatu tumpukan. Aturan penyisispan dan penghapusan elemennya tertentu :
-
Penyisipan selalu dilakukan “di atas “ TOP
-
Penghapusan selalu dilakukan pada TOP
Karena aturan penyisipan dan penghapusan semacam
itu, TOP adalah satu-satunya alamat tempat terjadi operasi, elemen yang
ditambahkan paling akhir akan menjadi elemen yang akan dihapus. Dikatakan bahwa
elemen Stack tersususn secara LIFO (Last In First Out).
Seperti halnya jika kita mempunyai sebuah tumpukan
buku, agar tumpukan buku itu tidak ambruk ketika kita mengambil sebuah buku di
dalam tumpukan itu amaka harus diambil satu per satu dari tumpukan yang paling
atas dari tumpukan.
Perhatikan bahwa dengan definsi semacam ini, representasi
tabel sangat tepat untuk mewakili stack, karena operasi penambahan dan
pengurangan hanya dilakukan disalah satu ujung tabel.
Beberapa contoh penggunaan stack adalah pemanggilan
prosedur, perhitugan ekspresi aritmatika, rekursifitas, backtracking, peaganan
interupsi, dan lain-lain. Karakteristik penting stack sebagai berikut :
1.
Elemen stack yaitu item-item data di elemen stack
2.
TOP (elemen puncak dari stack)
3.
Jumlah elemen pada stack
4.
Status/kondisi stack, yaitu :
-
Penuh
Bila elemen di tumpukan mencapai kapasitas maksimum
tumpukan. Pada kondisi ini, tidak mungkin dilakukan penambahan ke
tumpukan.Penambahan di elemen menyebabakan kondisi kesalahan Overflow.
-
Bila tidak ada elemen tumpukan. Pada kondisi ini, tidak mungkin
dilakukan pengambilan elemen tumpukan. Pengambilan elemen menyebabkan kondisi
kesalahan Underflow.
Stack memiliki operasi-operasi pokok sebagai berikut
:
Push : Untuk menambahkan item pada tumpukan paling
atas.
void Push (itemType x, Stack*S)
{
If(Full (S))
Printf(“Stack FULL”);
else
{
S->item[S->Count]=x;
++(S->count);
}
}
Pop : Untuk mengambil item teratas
int Pop (Stack S, itemType x)
{
if
(Empty (S))
Printf(“Stack Kosong”);
else
{
-(S->Count);
x=s->item(s->Count);
}
}
Clear : Untuk mengosongkan stack
void InitializeStack (Stack S)
{
S->Count=0;
}
IsEmpty : Untuk memerikasa apakah stack kosong
int Empty (Stack *S)
{
return (S->Count==0);
}
IsFull :
Untuk memeriksa apakah stack sudah penuh
int Full (Stack S)
{
return(S->Count==MAXSTACK);
}
Representasi stack :
-
Representasi statis
Stack dengan representasi statis biasanya
diinplementasikan dengan menggunakan array. Sebuah array memiliki tempat yang
dialokasikan diawal sehingga sebuah elemen yang dimasukan dalam sebuah array
terbatas pada tempat yang ada pada array. Karena menggunakan array maka stack
dengan representasi statis dalam mengalami kondisi elemen penuh. Ilustrasi
stack dengan representasi statis dapat
dilihat pada gambar:
- Representasi dinamis
Stack dengan representasi dinamis biasanya
diimplementasikan dengan menggunakan pointer yang mnunjuk pada elemen-elemen
yang dialokasikan pada memori. Illustrasi stack dengan representasi dinamis
dapat dilihat pada gambar:
Karena
semua operasi pada sebuah stack diawali dengan elemen yang paling atas maka
jika menggunakan representasi dinamis saat elemen ditambahkan akan mengguakan
penambahan elemenpada awal stack (addfirst) dan saat pengambilan atau
penghapusan elemen menggunakan penghapusan di awal stack (delfirst).
Contoh Program :
#include <stdio.h>
#include <iostream>
#include <conio.h>
#define MAXSTACK 3
typedef int itemType;
typedef struct
{
int
item[MAXSTACK];
int jml;
}Stack;
int init(Stack *s)
{
s->jml=0;
}
int kosong(Stack *s)
{
return
(s->jml==0);
}
int penuh(Stack *s)
{
return
(s->jml==MAXSTACK);
}
int isi(itemType x, Stack *s)
{
if
(penuh(s))
printf("\nMAAF!!! Data PENUH\n");
else{
s->item[s->jml]=x;
++(s->jml);
}
}
int ambil(Stack *s, itemType *x){
if (kosong(s))
printf("\nMaaf Data Kosong\n");
else
{
--(s->jml);
*x=s->item[s->jml];
s->item[s->jml]=0;
printf("\nData %i Berhasil Diambil\n",*x);
}
}
int tampil(Stack *s){
if
(kosong(s))
printf("\nMaaf Data Masih Kosong\n");
else
printf("\n");
for(int
i=s->jml-1; i>=0; i--){
printf("Data : %d\n", s->item[i]);
}
}
int hapus(Stack *s){
s->jml=0;
printf("\nSemua Data Berhasil Dihapus\n");
}
int main(){
int pil;
Stack
tumpukan;
itemType
data;
init(&tumpukan);
do{
printf("\nMENU: \n 1. Isi (Data Angka)\n 2. Ambil\n 3. Lihat\n 4.
Hapus (Hapus Semua Data)\n 5. Keluar\n");
printf("\n");
printf("Masukkan Pilihan : ");
scanf("%i",&pil);
switch(pil){
case 1 :
printf("\nMasukkan Data Angka : ");
scanf("%i",&data);;isi(data, &tumpukan);
break;
case 2
:
ambil(&tumpukan,&data);
break;
case 3
:
tampil(&tumpukan);
break;
case 4
:
hapus(&tumpukan);
break;
}
}while(pil!=5);
getch;
}
OUTPUT:

POKOK
BAHASAN 4
QUEUE (ANTRIAN)
Antrian adalah suatu kumpulan data yang penambahan
elemenya hanya bisa dilakukan pada suatu ujung (disebut sisi belakang atau
REAR), dan penghapusan atau pengambilan elemen dilakukan lewat ujung yang lain
(disebut sisi depan atau FRONT). Prinsip yang digunakan dalam antrian ini
adalah FIFO (First In First Out) yaitu elemen yang pertama kali masuk akan
keluar pertama kalinya.
Penggunaan antrian antara lain simulasi antrian di
dunia nyata (antrian pembelian tiket), sistem jaringan computer (pemrosesan
banyak paket yang dating dari banyak koneksi pada host, bridge, gateway), dan
lain-lain.
Karakteristrik penting antrian sebagai berikut :
a.
Elemen antrian yaitu item-item data yang terdapat dalam antrian.
b.
Head/front (elemen terdepan antrian).
c.
Tail/rear (elemen terakhir antrian).
d.
Jumlah antrian pada antrian (count).
e.
Status/kondisi antrian, ada dua yaitu :
-
Penuh
Bila elemen di antrian mencapai kapasitas maksimum
antrian. Pada kondisi ini, tidak mungkin dilakukan penambahan ke antrian.
Penambahan di elemen menyebabkan kondisi kesalahan Overflow.
-
Kosong
Bila tidak ada elemen antrian. Pada kondisi ini,
tidak mungkin dilakukan pengambilan elemen antrian. Pengambilan elemen menyebabkan
kondisi kesalahan Underflow.
Operasi-operasi pokok pada antrian diantaranya
adalah :
1.
Create Membuat antrian baru.
NOEL(CREATE(Q))=0
FRONT(CREATE(Q))=tidak terdefinisi
REAR(CREATE(Q)=tidak terdefinisi
2.
IsEmpty Untuk memeriksa apakah antrian sudah penuh atau belum.
ISEMPTY(Q)=True, jika Q adalah queue penuh.
3.
IsFull Mengecek apakah antrian sudah penuh atau belum.
ISFULL(Q)=True, jika Q adalah queue penuh.
4.
Enqueue/Insert Menambahkan elemen kke dalam antrian, penambahan elemen
selalu ditambahkan di dalam elemen paling belakang.
REAR(INSERT(A,Q))=A
ISEMPTY(INSERT(A,Q))=FALSE
Algoritma QINSERT :
a. IF
FRONT = 1 AND REAR = N, OR IF FRONT = REAR +
1, THEN OVERFLOW, RETURN
b. IF
FRONT := NULL, THEN
SET FRONT := 1 AND REAR := 1
ELSE IF REAR = N,
THEN SET REAR := 1
ELSE
SET REAR := REAR+!
c. SET
QUEUE[REAR] := ITEM
d. RETURN
5.
Dequeu/Remove Unttuk menghapus elemen terdepan/pertama dari antrian.
Algoritma QDELETE :
a. IF
FRONT := NULL, THEN UNDERFLOW, RETURN
b. SET
ITEM := QUEUE{FRONT]
c. [FIND
NEW VALUE OF FRONT] IF FRONT = REAR, THEN
SET FRONT := NULL AND REAR
;=NULL ELSE IF FRONT = N, THEN
SET FRONT := 1
ELSE
SET FRONT := FRONT+!
d. RETURN
Representasi Queue :
Representasi statis
Queue dengan representasi statis biasanya
diimplementasikan dengan menggunakan array. Sebuah array memiliki tempat yang
dialokasikan diawal sehingga sebuah elemen yang dimasukkan dalam sebuah array
terbatas pada tempat yang ada pada array. Karena menggunakan array maka queue
dengan representasi statis dalam mengalami kondisi elemen penuh. Ilustrasi
queue dengan representasi statis dapat dilihat pada gambar :
Representasi dinamis
Queue dengan representasi dinamis biasanya
diimplementasikan dengan menggunakan pointer yang menunjuk pada elemen-elemen
yang dialokasikan pada memori. Ilustrasi queue dengan representasi dinamis
dapat dilihat pada gambar :
Contoh Program :
#include <queue>
#include <iostream>
#include <conio.h>
using namespace std;
int main()
{
queue <int> que;
que.push(10);
que.push(2);
que.push(3);
cout<<"Paling depan : "<<que.front()<<endl;
cout<<"Paling belakang :
"<<que.back()<<endl;
que.pop();
cout<<"10 sudah dikeluarkan"<<endl;
cout<<"Paling depan : "<<que.front()<<endl;
cout<<"Paling belakang :
"<<que.back()<<endl;
que.push(6);
cout<<"Angka 6 dimasukkan"<<endl;
cout<<"Paling depan : "<<que.front()<<endl;
cout<<"Paling belakang :
"<<que.back()<<endl;
_getch();
}
OUTPUT :

POKOK
BAHASAN 5
REKURSIF
Fungsi rekursif adalah suatu fungsi yang memanggil
dirinya sendiri, artinya fungsi tersebut dipanggil di dalam tubuh fungsi itu
sendiri. Contoh menghitung nilai factorial. Rekursif sangat memudahkan untuk
memecahkan permasalahan yang kompleks. Sifat- sifat rekursif :
-
Dapat digunakan ketika inti dari masalah terjadi berulang kali.
-
Sedikit lebih efisian dari iterasi tapi lebih elegan.
-
Method-methodnya dimungkinkan untuk memanggil dirinya sendiri.
Data yang berada dalam method tersebut seperti
argument disimpan sementara ke dalam stack sampai method pemanggil
diselesaikan.
Contoh Program :
#include <iostream>
#include <conio.h>
using namespace std;
void odd(int a);
void even(int a);
int main(void)
{
int i;
do
{
cout<<"Masukkan Bilangan 1 - 9(0 Untuk Keluar) : \n";
cin>>i;
odd(i);
cout<<endl;
}
while
(i!=0);
_getch();
}
void odd(int a)
{
if((a%2)!=0)
cout<<"Bilangan GANJIL\n";
else
even(a);
}
void even(int a)
{
if((a%2)==0)
cout<<"Bilangan GENAP\n";
else
odd(a);
}
OUTPUT :

POKOK
BAHASAN 6
SORTING (PENGURUTAN)
Pengurutan data (sorting) didefinisikan sebagai suatu proses untuk
menyusun kembali himpunan obyek menggunkan aturan tertentu. Ada dua macam
urutan yang bisa digunakan dalam proses pengurutan yaitu :
·
Urutan naik (ascending)
yaitu dari data yang mempunyai nilai paling kecil sampai paling besar.
·
Urutan turun (descending) yaitu dari data yang mempunyai nilai paling
besar sampai paling kecil.
Contoh : data bilangan 5, 2, 6, dan 4 dapat
diurutkan naik menjadi 2, 4, 5, 6 atau diurutkan menjadi 6, 5, 4, 2. Pada data
yang bertipe char, nilai data dikatakan lebih kecil atau lebih besar dari yang
lain didasarkan pada urutan relative (collating sequence) seperti dinyatakan
dalam tabel ASCII. Keuntungan dari data yang sudah dalam keadaan terurut yaitu
:
Data mudah dicari, mudah untuk dibetulkan, dihapus,
disisipi atau digabungakan. Dalam keadaan terurutkan, kita mudah melakukan
pengecekan apakah ada data yang hilang. Misalnya kamus Bahasa, buku telepon.
Mempercepat proses pencarian data yang harus dilakukan berulang kali.
Beberapa factor yang berpengaruh pada efektifitas
suatu algoritma pengurutan antara lain :
-
Banyak data yang diurutkan.
-
Kapasitas pengingat apakah mampu menyimpan semua data yang kita miliki.
-
Tempat penyimpanan data, misalnya piringan, pita tau kartu, dll.
Beberapa algoritma metode pengurutan dan prosedurnya
sebagai berikut :
1.
Bubble Sort
Bubble Sort
adalah suatu metode pengurutan yang membandingkan elemen yang sekarang
dengan elemen berikutnya. Apabila elemen sekarang > elemen berikutnya, maka
posisinya ditukar. Kalua tidak, tidak perlu ditukar. Diberi nama “Bubble”
karena proses pengurutan secara berangsur-angsur bergerak/berpindah ke
posisinya yang tepat, seperti gelembung yang keluar dari sebuah gelas bersoda.
Proses Bubble Sort:
Data paling akhir dibandingkan dengan data di
depanya, jika ternyata lebih kecil atau besar maka tukar sesuai dengan kekuatan
( descending atau ascending). Dan pengecekan yang sama dilakukan terhadap data
yang selanjutnya sampai data yang paling awal.
Algoritma Bubble Sort :
1.
i=0
2.
selama (i<N-1) kerjakan baris 3 sampai 7
3.
j=N-1
4.
selama (j>=i) kerjakan baris 5 sampai 7
5.
jika (Data[j-1] > Data[j]) maka tukar Data[j-1] dengan Data[j]
6.
j=j-1
7.
i=i+1
prosedur yang menggunakan metode gelembung :
void BubbleSort()
{
int i,j;
for(i=1; i<Max; i++)
for(j=Max-1; j>=I; j--)
if(Data[j-1] > Data[j])
Tukar(&Data[j-1], &Data[j]);
}
2.
Selection Sort
Metode seleksi melakukan pengurutan dengan cara
mencari data yang terkecil kemudian menukarkanya dengan data yang digunakan
sebagai acuan atau sering dinamakan pivot. Selama proses, pembandingan dan
pengubahan hanya dilakukan pada indeks pembanding saja, pertukaran data secara
fisik terjadi pada akhir proses. Proses pengurutan dengan metode seleksi dapat
dijelaskan sebagai berikut :
Langkah pertama dicari data terkecil dari data pertama sampai data
terakhir. Kemudian data terkecil ditukar dengan data pertama. Dengan demikian,
data pertama sekarang mempunyai nilai paling kecil dibanding data yang lainnya.
Langkah kedua, data terkecil kita cari mulai dari data kedua sampai
terakhir. Data terkecil yang kita peroleh ditukar dengan data kedua dan deikian
seterusnya sampai semua elemen dalam keadaan terurutkan.
Algoritma seleksi dapat dituliskan sebagai berikut :
1.
i=0
2.
selama (i<N-1) kerjakan baris 3 sampai dengan 9
3.
k=i
4.
j=i+1
5.
selama (j<N) kerjakan baris 6 dan 7
6.
jika (Data[k] > Data[j]) maka k=j
7.
j=j+1
8.
Tukar Data[i] dengan Data[k]
9.
i=i+1
Di bawah ini merupakan prosedur yang menggunakan
metode seleksi :
void SelectionSort()
{
k=i;
for(j=i+1; j<Max; j++)
if(Data[k] > Data[j])
k=j;
Tukar(&Data[i], &Data[k]);
}
}
3.
Marger Sort
Algoritma Marge Sort ialah algoritma pengurutan yang
berdasarkan pada strategi dovide and conquer. Algoritma ini terdiri dari dua
bagian utama, pembagian list yang diberikan untuk di-sort ke dalam beberapa
sublist yang lebih kecil, dan sort (mengurutkan) dan marge (menggabungkan)
sublist-sublist yang lebih kecil ke dalam list yang sudah diurutkan. Pembagian
bisa dikatakan cukup mudah karena sublist-sublist tersebut dibagi kedalam dua
sublist yang ukuranya adalah setengah dari ukuran semula. Hal ini terus diulang
sampai sublist itu cukup kecil untuk di-sort secara efisien (umumnya telah
terdiri dari satu atau dua elemen). Dalam langkah marge dua sublist disatukan
kembali dan diurutkan pada saat yang sama. Algoritma untuk merge sort ialah
sebagai berikut :
A. Untuk
kasus n=1, maka tabe a sudah terurut sendirinya (langkah solve)
B. Untuk
kasus n>1, maka :
a. DIVINE: bagi table a menjadi dua bagian,
bagian kiri dan bagian kanan, masing-masing bagian berukuran n/2 elemen.
b.
CONOQUER: secara rekursif, terapkan algoritma D-and-C pada masing-masing
bagian.
c.
MERGE: gabung hasil pengurutan kedua bagian sehingga diperoleh table a
yang terurut.
Contoh Program :
#include <iostream>
#include <conio.h>
#include <iomanip>
using namespace std;
int main(void)
{
int dataku[]={5,34,32,25,75,42,2};
int adaPertukaran;
int n;
cout<<"Data BELUM diurutkan : \n";
for(int ctr=0;ctr<7;ctr++)
{
cout<<setw(3)<<dataku[ctr];
}
cout<<endl<<endl;
do{
adaPertukaran=0;
for(int
i=0;i<7-1;i++){
if(dataku[i+1]<dataku[i]){
n=dataku[i];
dataku[i]=dataku[i+1];
dataku[i+1]=n;
adaPertukaran=1;
}
}
} while(adaPertukaran==1);
cout<<"Data SETELAH diurutkan : \n";
for(int
i=0;i<7;i++){
cout<<dataku[i];
cout<<"
";
}
_getch();
}
OUTPUT :

Komentar
Posting Komentar